Naraswara.id — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Busato, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, nama FH disebut-sebut oleh sejumlah sumber masyarakat sebagai sosok yang diduga berada di balik berjalannya aktivitas tambang ilegal tersebut.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas PETI di wilayah tersebut bukanlah operasi kecil, melainkan diduga terorganisir dengan dukungan logistik dan pendanaan yang kuat. Warga menilai, sulit dipercaya aktivitas tambang ilegal dapat berlangsung lama tanpa adanya pihak yang mengendalikan dari belakang.
“Mustahil kegiatan sebesar ini berjalan sendiri. Ada dugaan kuat ada aktor utama yang mengatur,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Lebih Lanjut, masyarakat juga menyoroti dugaan adanya praktik distribusi BBM ilegal yang disebut-sebut menjadi penopang utama operasional alat berat di lokasi tambang.
BBM tersebut diduga tidak berasal dari jalur distribusi resmi, sehingga memunculkan pertanyaan baru terkait kemungkinan adanya jaringan suplai energi ilegal yang menopang aktivitas PETI.
“Kalau bukan BBM ilegal, tidak mungkin alat berat bisa terus bekerja hampir tanpa henti,” ungkap warga lainnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi tersebut, baik mengenai dugaan keterlibatan FH maupun praktik distribusi BBM ilegal di kawasan tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebutkan namanya belum memberikan klarifikasi resmi. Media ini membuka ruang hak jawab dan konfirmasi guna menjaga keberimbangan informasi sesuai prinsip jurnalistik.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap secara transparan siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab atas maraknya PETI di Busato, agar hukum tidak lagi terkesan tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
(Nusantara)













