Naraswara.id – Dua unit mobil tangki yang diduga mengangkut 16.000 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diamankan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Penindakan tersebut dilakukan Tim Resmob bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dan Unit Pidana Umum Sat Reskrim Polres Bolmut melalui operasi tangkap tangan (OTT), Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 12.20 WITA.
Kedua kendaraan tangki berwarna biru putih itu dihentikan petugas saat melintas di Jalan Trans Boroko, tepatnya di wilayah Desa Inomunga. Saat itu, personel sedang melaksanakan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan berbagai bentuk kejahatan jalanan.
Petugas mencurigai kedua kendaraan lantaran memiliki bentuk yang menyerupai kendaraan pengangkut BBM industri. Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap kendaraan dan muatannya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, masing-masing kendaraan mengangkut sekitar 8.000 liter solar bersubsidi, sehingga total BBM yang berhasil diamankan mencapai 16.000 liter.
Berdasarkan keterangan awal para pengemudi, BBM tersebut diduga berasal dari sebuah gudang penampungan di Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Solar itu diduga dibawa dari wilayah Manado menuju Gorontalo untuk kemudian dijual kembali kepada seorang pengusaha tambang berinisial HS di Kabupaten Pohuwato.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit Mitsubishi Canter warna biru putih nomor polisi DB 8964 FY, satu unit Hino Dutro warna biru putih nomor polisi DB 8368 CE, 16.000 liter BBM jenis solar, satu lembar STNK kendaraan, serta dua unit kunci kendaraan.
Kasat Reskrim Polres Bolmut, IPTU Rofly Saribatian, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pihak yang menyalahgunakan BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi maupun usaha.
“BBM bersubsidi merupakan komoditas yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Kami tidak akan membiarkan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan subsidi pemerintah untuk kepentingan pribadi maupun usaha secara tidak sesuai ketentuan,” tegas Rofly.
Ia mengatakan, proses pemeriksaan masih terus dilakukan. Polisi kini mendalami asal-usul BBM, pihak yang mengatur pengangkutan, hingga tujuan akhir distribusi solar tersebut.
“Yang kami amankan saat ini bukan hanya kendaraan dan muatannya, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi kami untuk mengungkap dari mana BBM ini diperoleh, siapa yang mengatur pengangkutan, serta ke mana BBM tersebut akan disalurkan,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian peredaran BBM tersebut akan ditelusuri secara profesional guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kami akan mendalami seluruh rangkaian peredarannya secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
MG






