Naraswara.id – Program bantuan ketahanan pangan yang digulirkan pemerintah dengan tujuan meringankan beban masyarakat, kini menuai sorotan di Desa Gihang, Kecamatan Kaidipang. Sejumlah warga menduga penyaluran bantuan tersebut tidak tepat sasaran.
Pasalnya, beberapa penerima bantuan justru dinilai bukan bagian dari masyarakat yang berhak. Ada warga yang tergolong memiliki usaha lain, namun tetap mendapatkan bantuan. Sementara itu, masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru tidak tersentuh.
“Seharusnya bantuan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang pekerjaannya petani atau memiliki lahan perkebunan, bukan untuk mereka yang tidak bekerja dikebun ,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan penyimpangan sasaran ini memunculkan rasa kecewa di kalangan masyarakat. Mereka menilai pemerintah desa kurang transparan dalam menentukan penerima bantuan, sehingga menimbulkan ketidakadilan.
Masyarakat berharap aparat desa segera melakukan evaluasi agar bantuan benar-benar menyentuh pihak yang layak menerima. “Kami minta agar ada perbaikan data, supaya bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa Gihang belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyaluran bantuan ketahanan pangan yang tidak tepat sasaran tersebut.
(Nusantara)













